Puisi Susilo Bambang Yudhoyono Dibacakan pada Peluncuran Buku Hacia Todo
Jakarta - “Buku Hacia Todo ini unik, salah satunya karena ada puisi Pak SBY di dalamnya. Dengan ini kita bisa pamer ke pembaca sastra dunia hispanik: ‘ini loh salah seorang presiden kami juga nulis puisi,” ujar Sofyan RH. Zaid, selaku Plt. Ketua Yayasan Hari Puisi sekaligus penanggung jawab penerbitan buku ini.
Selain puisi Susilo Bambang Yudhoyono, ada juga Fadli Zon (Menteri Kebudayaan Republik Indonesia); Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia); Hafidz Muksin (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), serta Taufiq Ismail, yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perpuisian Indonesia.
Pada acara peluncuran buku Hacia Todo: AntologÃa Bilingüe de PoesÃa Indonesio-Española (Kepada Segala: Antologi Puisi Dwibahasa Indonesia–Spanyol), puisi Susilo Bambang Yudhoyono yang berjudul “Bunga Teratai” dibacakan oleh Mr. Nicolas Montoya dari Kedutaan Besar Kolombia dalam bahasa Spanyol. Sementara versi bahasa Indonesia dibacakan oleh Endy Santoso (Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya, PNRI):
Berikut puisinya dalam dua versi:
Susilo Bambang Yudhoyono
LA FLOR DE LOTO
Una flor de loto se abre en el estanque,
y la luna, casi llena,
vierte su resplandor sobre las aguas;
una a una, sus luces descienden
sobre los pétalos rosados
que flotan,
sin dejarse llevar
por las olas del amor
en la noche enamorada.
En el silencio sin fin de la noche,
en su honda quietud,
una dulce doncella entona
un canto nacido del corazón;
canto triste que envuelve la nostalgia
del loto rojo,
fiel y silencioso,
que aguarda.
La hermosa flor de loto
no siempre florece en mi corazón,
ni tampoco aquella muchacha
de cabellos suavemente ondulados.
Pero sigo aguardando
que el amor vuelva a florecer,
con toda su hermosura,
en esta noche
ebria de ternura.
Buenas noches,
mi loto querido,
y tú, amada mÃa,
ancla de mi alma,
puerto donde reposa
mi corazón.
Bogor, 5 de agosto de 2010
Susilo Bambang Yudhoyono
BUNGA TERATAI
Bunga teratai mekar di kolam
terpantul cahaya rembulan hampir penuh
jatuh satu-satu di kelopak merah jambu
yang terapung,
tak hanyut oleh ombak cinta
di malam kasih
Di keheningan malam yang panjang
dan membisu,
dara manis melantunkan kidung kalbu
sendu, membalut rindu
sang teratai merah yang setia menunggu
Teratai indah tak selalu ada dalam hatiku
juga gadis ayu berambut ikal itu
tetapi tetap kutunggu
indahnya kasih di malam syahdu
Selamat malam, terataiku
dan kekasih tambatan jiwaku
Bogor, 5 Agustus 2010
Peluncuran buku berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Ruang Serbaguna Lantai 4, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan diplomati dan tamu internasional lain seperti Mr. Fernando Burgos Sainz, (Wakil Duta Besar Spanyol), H.E. Luis Guillermo Arellano Jibaja (Duta Besar Ekuador), dan Mr. Ricardo Bicierril (Konsul & Atase Kedutaan Meksiko).
Buku ini merupakan seri pertama program Menduniakan Puisi Indonesia yang digagas Yayasan Hari Puisi sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026. Penerbitan buku ini terlaksana atas Bantuan Pemerintah (Banpem) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kehadiran Hacia Todo menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkenalkan kekayaan puisi Indonesia kepada pembaca internasional, khususnya masyarakat sastra berbahasa Spanyol.
Buku ini menghimpun karya sejumlah penyair yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan Hari Puisi Indonesia, mulai dari inisiator dan deklarator Hari Puisi Indonesia, pemenang utama Sayembara Buku Puisi Hari Puisi Indonesia, penerima Anugerah Kepenyaian Adiluhung, hingga pengurus Yayasan Hari Puisi.
Semoga buku ini mampu berperan sebagai alat diplomasi budaya, sekaligus menjadi jembatan penghubung antarbangsa di kancah global, terkhusus dalam hal ini Indonesia–Spanyol dalam konteks hispanik.
.jpeg)
.jpeg)
