Tfr0TSW5TpO7BSYlTSAlTfC5Gi==

H.E. Luis Guillermo Arellano Jibaja Memandang Hacia Todo

H.E. Luis Guillermo Arellano Jibaja Memandang Hacia Todo



Jakarta - Pada sesi bincang buku menghadirkan Dr. Danny Susanto selaku penerjemah, H.E. Luis Guillermo Arellano Jibaja selaku Duta Besar Ekuador, dengan Herman Syahara sebagai moderator. 

H.E. Luis Guillermo Arellano Jibaja menyampaikan tiga hal menegnai Hacia Todo dalam bahasa Spanyol yang diterjemahkan oleh Dr. Danny Susanto secara langsung:

Pertama, saat membaca puisi Indonesia dalam versi bahasa Spanyolnya, kesannya adalah sebuah kontras yang menawan antara spiritualitas yang mendalam dengan akar mistis dan lirik yang sangat membumi serta keseharian.

Karena sastra Nusantara sebagian besar masih belum dikenal oleh pembaca berbahasa Spanyol, perjumpaan pertama ini pasti mematahkan ekspektasi yang terbentuk sebelumnya karena akarnya yang kuat pada alam dan mistisisme serta tantangan musikalitasnya..

Kedua, secara umum, menurut saya catatan yang ditulis di akhir sebagian besar puisi merupakan keputusan yang sangat unik bagi pembaca berbahasa Spanyol. Dengan adanya istilah-istilah bahasa Indonesia, penjelasan yang terperinci dan tepat mengenainya telah memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang puisi-puisi Indonesia, fokusnya, dan keindahan sastranya.

Bagi saya pribadi, membaca semua puisi beserta penjelasannya telah memungkinkan saya untuk mengenal Indonesia dan budayanya di berbagai daerah, meskipun saya belum mengunjunginya, misalnya Sumatra, Papua, Aceh, dan Bali, serta masyarakat Batak dan Dayak, antara lain.

Itulah daya tarik puisi yang digambarkan dalam antologi ini. Seseorang dapat mengenal Indonesia melalui karya sastranya dan terdorong untuk mengunjunginya.

Terdapat puisi-puisi yang indah, sehingga sulit untuk menonjolkan salah satunya saja. Semuanya menggambarkan Indonesia yang bersatu, berbudaya, multietnis, dan penuh dengan tantangan..

Ketiga, sebuah antologi sastra bertindak sebagai jembatan hidup diplomasi budaya yang mendekatkan realitas yang secara geografis saling berjauhan, menerjemahkan kepekaan yang dimiliki bersama antara Indonesia dan dunia berbahasa Spanyol, khususnya dengan Ekuador.

Karya-karya semacam ini mendukung upaya resmi pendekatan bilateral, seperti yang didorong oleh misi diplomatik dan ruang-ruang pertemuan artistik. Kedua negara berbagi kekayaan multietnis dan tradisi lisan yang mendalam yang berdialog secara alami di ranah puisi dan narasi.

Type above and press Enter to search.